Kamis, 30 Mei 2013

Indonesia Kekurangan 126 Ribu Guru Bimbingan Konseling


MAGELANG - Indonesia masih kekurangan 126 ribu guru Bimbingan Konseling (BK).
Itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (PB ABKIN) Prof Dr H Mungin Edy Wibowo MPd, Kons, Rabu (29/5/2013) malam di Magelang.

Mungin yang hadir dalam Seminar Internasional Konseling Malaysia-Indonesia ke-3 (Malindo) di Hotel Grand Artos Aerowisata Magelang menuturkan, secara keseluruhan, kebutuhan guru BK di Indonesia sebanyak 129 ribu guru, sementara yang ada saat ini baru sekitar 3.000 guru.

Ia menuturkan, jumlah sekolah mulai dari tingkat SMP sederajat hingga SMK/SMA sederajat di Indonesia, ada sekitar 19 juta. Idealnya, setiap 150 siswa diampu oleh seorang guru BK.

Bahkan, lanjutnya, di Kabupaten Bengkulu, saat ini hanya terdapat 13 guru BK. Padahal, di sana terdapat ratusan sekolah, mulai dari SMP sampai SMA sederajat.
Sementara, kurikulum 2013 yang akan diterapkan pada 15 Juli 2013, menuntut siswa menentukan pilihan sesuai minat.

Bila kurikulum sebelumnya hanya terdapat beberapan jurusan seperti IPA, IPS, dan Bahasa, serta untuk SMK hanya ada program keahlian, kurikulum terbaru diubah menjadi kelompok peminatan.
Siswa diberikan peluang memilih sesuai minatnya, antara lain kelompok peminatan Matematika, IPA, IPS, serta Kelompok Peminatan Bahasa dan Budaya. Sementara, di SMK ada Kelompok Peminatan Keahlian, dan di MA/MTs ada Kelompok Peminatan Keagamaan.

"Di sinilah peran guru BK mengarahkan siswa, supaya dapat menentukan pilihan sesuai minat dan kemampuannya. Kalau pilihan sesuai minat, pasti akan menunjang keberhasilan siswa," ujar Mungin.



(tribunnews)

Rabu, 29 Mei 2013

Ingin Pakai Gigi Tiruan? Perhatikan Hal-hal Berikut


Jakarta, Jika gigi Anda tanggal dan ingin tetap menjaga kesehatan mulut, sebaiknya gunakan gigi tiruan. Namun sebelum dan saat menggunakan gigi tiruan, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

"Sangat penting menggantikan fungsi gigi yang sudah hilang dengan gigi tiruan. Namun kenyataannya seseorang yang ingin menggunakan gigi tiruan maupun yang sudah menjadi pengguna belum mengetahui beberapa hal yang penting terkait perawatan gigi ini," imbuh Prof. Dr. Lindawati. S Kusdhany, drg., Sp.Pros (K), yang kerap disapa Prof Linda, seorang dokter gigi spesialis prostodonsia, dalam acara talkshow yang diadakan di Restoran Penang Bistro, Jl Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Menurut Prof Linda yang kini juga aktif sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan tentang gigi tiruan:

1. Persiapan sebelum dipasang
 - Lakukan pemeriksaan hanya pada dokter gigi, baik di klinik, rumah sakit, maupun puskesmas. Dokter gigi memiliki ilmu pengetahuan yang lebih cakap untuk melakukan pemeriksaan terkait pemasangan gigi tiruan.

- Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan seperti rontgen foto gigi. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah gigi sekitar yang akan dijadikan penyangga masih cukup kuat.

- Jika ditemukan ada karang gigi, maka dokter akan membersihkan terlebih dahulu. Begitu juga jika ada gigi yang berlubang, maka akan ditambal.

2. Setelah dipasang gigi tiruan
 - Sebaiknya kunjungi dokter gigi 1 hari dan 1 minggu pasca pemasangan gigi tiruan. Pemeriksaan ini dilakukan agar dokter bisa mengetahui apakah ada masalah di mulut dan jika ada akan bisa segera diatasi sebelum menjadi lebih buruk.

- Buka gigi tiruan setiap hari untuk dibersihkan. Jangan gunakan pasta gigi, sebab kandungannya justru akan merusak lapisan permukaan gigi tiruan.

- Gigi tiruan sebaiknya tidak didiamkan dalam keadaan kering, sebab akan membuat bahannya mengalami perubahan. Rendam di dalam wadah berisi air matang hangat.


(detikhealth)