Selasa, 01 Januari 2013

Dangdutan Dekat Masjid, Pemuda Gerudug Kantor Camat Bekasi Selatan



Dangdutan Dekat Masjid, Hafal hadits tapi BODOH (itulah yang ada di fikiran saya)

BEKASI  - Jika pada umumnya pemuda di malam pergantian tahun baru masehi 2013 berhura-hura, turun ke jalan-jalan untuk bermaksiat, berbeda dengan puluhan pemuda muslim dari Forum Silaturahmi Masjid dan Mushalla (FSMM) yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Bahkan, tempat pertama yang digeruduk para pemuda muslim itu adala Kantor Kecamatan Bekasi Selatan, di Jl. Pulo Ribung No. 1, Pekayon Jaya, Kota Bekasi.

Malam itu, di halaman kantor kecamatan Bekasi Selatan tersebut digelar pertunjukan orkes dangdut dalam rangka memperingati tahun baru 2013.

Ironisnya, kantor camat itu persis bersebelahan dengan Masjid Muhammad Ramadhan. Tentu saja hingar bingar musik dangdut ditambah lagi para penyanyi yang mengumbar aurat begitu amat mengganggu kenyamanan beribadah umat Islam.

Maka, salah seorang koordinator FSMM, Abu Syifa bersama beberapa delegasi menyatroni kantor Kecamatan untuk menyampaikan keberatan.

“Kami dari Forum Silaturahmi Masjid dan Mushalla (FSMM) ingin menyampaikan bahwa kami merasa terganggu dengan acara dangdutan ini, sementara di sebelah ada masjid,” ujarnya, Senin (31/12/2012).

Beberapa orang perwakilan pun menyampaikan hal senada, mereka mempertanyakan apakah sudah tidak ada tempat lain lagi, yang tidak mengganggu umat Islam dalam beribadah. Di sisi lain, perayaan tahun baru seperti itu juga bukan tradisi Islam.

Asep Supyandi selaku Camat Bekasi Selatan yang menerima delegasi perwakilan pemuda itu beralasan bahwa kantor Camat bukan hanya milik salah satu umat.

“Saya mungkin orang tua yang diingatkan dengan anak muda, tapi kalau Camat bicaranya nasionalis tidak bicara parsial sepotong-sepotong. Kantor ini kan bukan punya salah satu umat, kantor ini milik semua umat termasuk semua warga,” kata Asep Supyandi.

Asep yang saat itu masih mengenakan kopiah hitam dan baju koko itu menegaskan tidak berniat mengganggu kenyamanan ibadah. “Saya juga orang Islam kok, tidak ada niat untuk mengganggu masjid,” tuturnya.

Sementara itu selain Camat Bekasi Selatan, ternyata turut hadir pula Kapolsek Bekasi Selatan, AKP Susilo Edi yang turut menyampaikan berbagai alasan.

Bahkan, Kapolsek beserta jajarannya yang turut mengamankan konser musik dangdut itu ternyata begitu fasih mengutip hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Diantaranya adalah hadits tentang perintah mencegah kemungkaran.

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman." (HR. Muslim no. 49).

Usai membacakan hadits itu, Kapolsek dengan dengan nada tegas, menyatakan berpegang pada hadits tersebut. “Ana pegang itu, ana pegang itu!” ucapnya di hadapan delegasi pemuda FSMM.

Bukan hanya itu, Kapolsek juga terus mengutip hadits-hadits Nabi lainnya yang dihafalnya di luar kepala bak seorang ustadz.

وانما انا قاسم والله يعطي
Sesungguhnya saya hanya menyampaikan dan Allah yang memerikan. (H.R. Thabarani)


بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
Sampaikanlah dariku walau satu ayat (HR. Bukhari).

Setelah menyampaikan penjelasannya yang mengutip ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits, ternyata Kapolsek juga tak menghentikan dan tetap membiarkan orkes dangdut mengumbar aurat jelang tahun baru itu berlangsung.

Akhirnya, delegasi FSMM meninggalkan kantor camat yang dipadati warga menyaksikan orkes dangdut, dengan perasaan kecewa.

Namun demikin, puluhan pemuda tetap melaksanakan aksi amar ma’ruf nahi munkar di sekitar perumahan Galaxy.

Mereka membagi-bagikan brosur, selebaran dan famplet yang berisi himbauan untuk tidak merayakan tahun baru serta meninggalkan maksiat.

Dalam aksi tersebut, didapati belasan remaja ABG yang sedang berpacaran, mereka pun didakwahi dan diminta untuk tidak mengulanginya lagi.

Aksi berlangsung tertib, tanpa ada tindak kekerasan maupun anarkis. Sekitar pukul 00.30 WIB, puluhan pemuda muslim tersebut mengakhiri aksi amar ma’ruf nahi munkar dan kembali ke rumah masing-masing.




sumber (voa-islam.com)