Selasa, 07 Mei 2013

Internet di Hong Kong Tercepat di Dunia


Hong Kong kini menjadi negara dengan kecepatan internet tertinggi, yakni sebesar 57,5 Mbps, di kuartal empat 2012.
Menurut 'State of the Internet' Akamai, kecepatan internet di Hong Kong meningkat 6,2 persen dari kuartal sebelumnya.

Posisi selanjutnya secara berurutan ditempati Korea Selatan (48,8 Mbps), Jepang (42,2 Mbps), Latvia (37,5 Mbps), dan Rumania (37,4 Mbps).
Belgia (32,7 Mbps), Swiss (32,4 Mbps), Bulgaria (32,1 Mbps), Israel (30,9 Mbps), dan Singapura (30,7 Mbps) adalah lima negara lain yang masuk 10 besar internet tercepat di dunia. Tapi, perlu diingat, itu adalah kecepatan puncak. Rata-rata per penggunanya biasanya lebih rendah.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Kecepatan internet di Indonesia tiap tahun rata-rata tercatat mencapai 86 persen dari kecepatan terbaiknya di angka 1,4 Mbps.
Angka ini merupakan angka hasil peningkatan kecepatan internet di Indonesia kuartal keempat 2012, yang meningkat tiap kuartal sebesar 21 persen.
Angka ini terpaut cukup jauh dengan kecepatan koneksi puncak global, yang rata-rata meningkat tiap kuartal sebanyak 4,6 persen, menjadi 16,6 Mbps.

Tapi, kecepatan rata-rata koneksi global hanya 2,9 Mbps, dengan peningkatan kecepatan kuartal-per-kuartal 5 persen. Memang, tetap masih jauh lebih cepat dari kecepatan puncak di Indonesia sekalipun. Kecepatan koneksi puncak 16,6 Mbps, rata-rata mengalami peningkatan signifikan sebesar 35 persen dari tahun ke tahun.

Pantai Gading mengalami lonjakan peningkatan kecepatan internet sebesar 23 persen. Sementara, Belanda dan Luxemburg hanya meningkat 0,1 persen dari kuartal ketiga 2012.
Untuk pertumbuhan kecepatan internet, jika dilihat dari kuartal keempat 2011 (tahun ke tahun), rata-rata bertambah 25 persen. Peningkatan ini terjadi pada sembilan dari 10 negara, dengan kecepatan internet teratas.

Hanya Belanda (3,3 persen), Hong Kong (5,4 persen), dan Jepang (19 persen) yang mengalami pertumbuhan di bawah 20 persen dari kuartal empat 2011, ke kuartal empat 2012.
Akamai adalah sebuah perusahaan jejaring pengiriman konten internet yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.



(tribun/pcplus)

Jumat, 03 Mei 2013

Kronologi Penggerebekan Terduga Teroris di Jalan Bangka Versi Warga


JAKARTA - Sebelum terjadi penggrebekan sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (2/5/2013), Detasemen Khusus 88 Mabes Polri sudah berada di Jalan Bangka, Pela Mampang, Jakarta Selatan, sejak pukul 20.00 WIB.

Anggota Densus 88 tersebut sempat memfoto rumah terduga teroris yang berada di Jalan Bangka II F.

Asep, seorang karyawan warnet yang berada persis di depan rumah tersebut mengatakan, ia sempat mengobrol dengan anggota Densus 88 berpakaian preman sebelum penggerebekan terjadi.

"Tadi jam delapan (malam) ada orang yang duduk-duduk depan warnet, kami mengobrol. Setelah itu dia bilang kalau dia dari Densus 88," kata dia, Jumat (3/5/2013) dini hari.

Menurut Asep, saat itu tak hanya satu anggota Densus 88 berpakaian preman yang ada di lokasi.

"Dia juga bilang nanti kalau ada apa-apa warnet disuruh tutup," kata warga Bogor ini.

Sekitar pukul 22.00 WIB, jalan selebar sekitar empat meter ini sudah disterilkan dari orang-orang yang melintas hingga kendaraan.

"Saya sudah disuruh tutup dari jam sembilan (malam). Lalu saya lihat dari dalam warnet saja," ucapnya.

Anggota Densus 88 berseragam dan berperalatan lengkap, lanjut Asep, tiba ke lokasi sekitar pukul 23.00 WIB dengan berjalan kaki. Mobil polisi diparkir di jalan yang lebih lebar. Menurut Asep, anggota Densus 88 langsung mendobrak dua pintu yang berada di rumah berwarna krem dengan pintu berwarna coklat tua tersebut.

Satu pintu tepat menghadap ke jalan, sedangkan pintu lainnya berada di samping rumah. Di samping rumah tersbut seperti sebuah garasi selebar kurang lebih satu setengah hingga dua meter tanpa pintu pagar seperti halnya rumah itu. Selama penggerebekan, tidak terdengar suara tembakan ataupun teriakan yang berasal dari dalam rumah tersebut.

"Cuma terdengar 'siap-siap!' Dari Densus 88," kata Asep.

Setelah mengamankan terduga teroris, barulah sebuah mobil polisi memasuki Jalan Bangka II F dan membawa seorang wanita dan balita.

Setelah penggrebekan, warga sekitar lokasi pun berdatangan ke lokasi untuk melihat apa yang terjadi. Saat ini polisi sudah memasang garis polisi mengitari rumah tersebut, membentang sampai ke rumah yang berada di sebrangnya yang juga digunakan sebagai warnet.


(tribun/kompas)