Tampilkan postingan dengan label telekomunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telekomunikasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013

Ditata Ulang, Blok 3G Milik 5 Operator Kini Berurutan


Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya mengumumkan hasil tata ulang blok 3G yang akan ditempati oleh operator seluler Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Hutchison CP Telecom (Tri), dan Axis Telekom Indonesia di frekuensi 2,1 GHz.

Telkomsel yang belum lama ini memenangkan tambahan satu kanal di blok 11, akan mendapatkan posisi di blok 3 yang sebelumnya ditempati Axis. Dengan demikian, anak usaha Telkom dan SingTel ini akan mendapatkan tiga blok contiguous di 3, 4, dan 5 tanpa harus memindahkan dua blok existing di 4 dan 5.





Sedangkan XL yang sebelumnya menempati blok 9 dan 10 pun tak harus ikut geser-geser meski juga mendapat satu kanal tambahan terpisah di blok 12. Pasalnya, kelompok usaha grup Axiata itu akan mendapatkan alokasi di blok 8 yang sebelumnya ditempati Indosat.

Alhasil, Indosat yang dulu di blok 7 dan 8, kini harus rela untuk memindahkan satu bloknya setelah digeser XL, dari blok 8 ke blok 6 yang sebelumnya ditempati oleh Tri.

Sementara Tri, yang 35% sahamnya belum lama ini dilepas ke Grup Trinugraha, akhirnya mendapatkan blok yang berurutan di 1 dan 2 setelah sebelumnya terpisah jauh di 1 dan 6.

Terakhir, Axis yang sebelumnya menempati blok 2 dan 3, harus rela bergeser agak jauh ke blok 11 dan 12. Belum ada tanggapan dari Axis atas rencana perpindahan dua blok ini.



"Namun jika mengacu pada pertemuan 6 Desember 2011, kelima penyelenggara telekomunikasi ini telah sepakat untuk menerima sepenuhnya apapun bentuk penataan menyeluruh yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo dan BRTI," jelas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, saat dihubungi detikINET, Kamis (28/3/2013).

Pengumuman hasil tata ulang 3G ini juga telah disampaikan Kominfo secara langsung dalam pertemuan tadi pagi yang dipimpin oleh Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan, dan dihadiri oleh para pimpinan kelima operator tersebut.




sumber : detikinet

Minggu, 17 Maret 2013

Indonesia Bergegas Untuk Jaringan 4G (LTE)





Menyongsong kehadiran jaringan 4G alias LTE di Indonesia,empat operator telekomunikasi, yakni  PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk (ISAT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) bersepakat melakukan sinergi jaringan 4G atau long term evolution (LTE).

Strategi ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan frekuensi yang tersedia untuk layanan LTE. Mengingat LTE membutuhkan  layanan akses data cepat dengan bandwidth besar, minimal 20 Mega Hertz (MHz). Hingga saat ini pemerintah belum memutuskan frekuensi mana yang akan dijadikan jaringan LTE, apakah di frekuensi 700 MHz atau 1.800 MHz. Pemerintah akan memutuskan frekuensi LTE setelah rampung menata layanan 3G di frekuensi 2.100 MHz.

Empat operator tersebut setuju untuk melakukan sinergi layanan LTE dengan alasan pesatnya kebutuhan layanan internet di tanah air dan di satu sisi keterbatasan frekuensi. Dengan adanya sinergi dari 4 operator besar ini, akan sedikit meringankan beban pembangunan jaringan yang diperkirakan akan memberatkan jika dilakukan masing-masing operator. Diproyeksikan jika sinergi jaringan ini berjalan dengan baik dan lancar, paling lambat 2015 Indonesia sudah bisa menikmati jaringan 4G.



sumber (tabloidpulsa)