Senin, 03 Juni 2013

Jenazah Toni, Korban Pembunuhan Densus 88 Akhirnya Bisa Dibawa Pulang


KUDUS - Akhirnya jenazah Zaenuri alias Toni pada hari Jum’at 31 Mei 2013 bisa dipulangkan setelah 24 hari sebelumnya berada di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah berada di RS Sukanto sejak tanggal 8 Mei 2013. Zaenuri adalah salah satu dari tiga orang yang dianiaya dan disiksa Densus 88 hingga meninggal dunia.

Dua orang yang lain yang turut dianiaya Densus 88 hingga meninggal dunia bersamaan dengan Zaenuri adalah Basari Rahman alias Ahmad Basari dan Bayu alias Ustadz Harun. Kedua jenazah tersebut sudah dimakamkan sebelumnya di kampung halamannya masing-masing, Basari di Batang dan Bayu di Kudus.

Setelah menempuh perjalanan darat hampir 9 jam, akhirnya jenazah pria yang akrab disapa Toni oleh kawan-kawannya tersebut tiba dikampung halamannya di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu subuh tanggal 1 Juni 2013.


Zaenuri alias Toni adalah satu dari tiga orang yang disiksa dan dibunuh Densus 88 hingga meninggal dunia. Sebagaimana diberitakan oleh media massa pada umumnya, Zaenuri meninggal setelah terjadi baku tembak dengan Densus 88 di Dusun Kembaran, Desa Ungaran, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (8/5/2013) malam.

Selain Zaenuri, ada Basari Rahman alias Ahmad Basari dan Bayu alias Ustadz Harun yang juga mengalami nasib yang serupa. Namun faktanya, pihak keluarga tidak menemukan satupun bekas luka tembak pada jezanah keduanya. Padahal, Polri menyatakan bahwa keduanya meninggal lantaran baku tembak dengan Densus 88.



Kejanggalan inipun spontan mendapat kritikan dan kecaman dari berbagai pihak. Tidak hanya keluarga, para tokoh dan LSM kemanusian pun mengecam tindakan brutal dan keji Densus 88 tersebut. Mereka menyatakan bahwa polisi telah berbohong dari penyebab kematian Basari dan Bayu.

Sementara itu, jika jenazah Basari dan Harun tidak ditemukan bekas luka tembakan sama sekali, namun jenazah Zaenuri lebih parah lagi. Pria yang akrab disapa Toni oleh kawan-kawannya tersebut terdapat luka tembak dibagian wajahnya. Dan meskipun sudah 25 hari berada di RS Polri, Jenazah Zaenuri masih kelihatan lemas dan tidak membusuk.


Selain mengalami luka tembak di wajah, jenazah Toni juga seperti mendapat penyiksaan yang luar biasa hingga orang akan sangat miris jika melihatnya. Pasalnya, kedua matanya hilang, hancur dan tidak bisa dikenali lagi. Sunardi, ayah kandung Zaenuri pun tidak terima anaknya diperlakukan biadab seperti ini.

Disekitar rumah Toni juga terbentang berbagai macam spanduk. Diantaranya ada spanduk bertuliskan, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Rabnya dengan mendapat rizki [QS. Ali Imran 169]” dan ”Selamat Datang Pentakziah Ust. Zaenuri Rohimahullah”.

Ribuan orang yang sudah menunggu kedatangan jenazah Toni sejak Jum’at malam pun langsung menyambut dengan pekikan takbir. Tak hanya para warga, para pelayat juga nampak hadir di sejumlah kota diluar Kudus. Akhirnya setelah di sholatkan, jenazah Toni di kebumikan di sebuah makam yang tak jauh dari rumahnya.



 (voa-islam.com)